Rabu, 17 Februari 2016

Wisata Bahari di Provinsi Lampung (Bag. 3)

9. Pulau Kelagian

Perjalanan dari pusat Kota Lampung ke Pantai Klara kurang lebih 1,5 jam. Sepanjang perjalanan, kita akan disuguhkan panorama pesisir pantai. Ada Pantai Duta Wisata, Pantai Mutun, dan masih banyak lainnya. Sehingga perjalanan 1,5 jam tidak akan terasa membosankan.

Tiba di Pantai Klara, saatnya untuk hunting perahu menuju Pulau Pahawang dan Kelagian. Bila berlibur ke sana, saya merekomendasikan Anda mencari Abang Buyung. Dengan tarif Rp 250 ribu, Anda sudah bisa berkeliling ke dua pulau seharian. Hati-hati saat negosiasi harga, karena saat itu ada yang kena harga Rp 500 ribu untuk tujuan yang sama. 

Sesuai rekomendasi, nahkoda perahu kami menyarankan untuk menuju ke Pulau Pahawang dulu. Hal ini dikarenakan Pahawang lebih jauh dan semakin siang, ombak akan semakin besar. Perjalanan dari Pantai Klara menuju Pulau Pahawang sekitar 1 jam. Sepanjang perjalanan kamai dimanjakan dengan gugusan pulau-pulau yang berada di sekitar laut. Kami juga sempat melihat ikan terbang, baru percaya kalau ikan terbang itu benar-benar ada.

Setelah satu jam perjalanan akhirnya tiba juga di Pulau Pahawang. Ternyata pengunjung pulau ini hanya kami. Artinya di pulau ini hanya ada 3 manusia, yaitu saya, suami, dan Bang Buyung. Seperti pulau pribadi euy!

Satu-satunya bangunan yang ada di Pulau Pahawang adalah cottage milik Mr Joe, yang berstatus WNA. Entah bagaimana caranya Mr Joe bisa membangun cottage yang begitu indah.

Tidak ada fasilitas ruang ganti ataupun toilet di pulau ini. Di Pulau Pahawang hanya ada, pantai, pulau tanpa fasilitas, kecuali cottage Mr Joe dan tentunya tidak untuk umum. Setelah puas menikmati indahnya Pulau Pahawang, kami melanjutkan tujuan kedua yaitu, Pulau Kelagian. "Kami datang!"

Satu lagi, di Pahawang tidak ada dermagannya jadi kita akan berbasah-basah ria untuk naik dan turun dari perahu. Perjalanan dari Pulau Pahawang menuju Pulau Kelagian sekitar 45 menit, dengan tantangan ombak yang lebih dasyat. Saat itu, suami mengatakan ketinggian ombak sekitar 1 meter. Deburan ombak yang menabrak perahu Bang Buyung pun langsung mendarat di wajah kami. Seru!


Beda dengan Pulau Pahawang, di Pulau Kelagian sudah ada fasilitas seperti warung dan kamar ganti. Ketika lapar menyerang, Anda bisa langsung pesan mie instan seharga Rp 6.000 saja. Ada pula cottage seharga Rp 1 juta, untuk delapan orang di pulau ini.

10. Pantai Klara

Dari sekian banyak pantai di Lampung, ada satu pantai yang selalu ramai dikunjungi. Adalah Pantai Kelapa Rapat. Pantai ini oleh masyarakat setempat biasa dikenal dengan sebuat Pantai Klara, singkatan dari kelapa rapat. Konon, asal muasal nama kelapa rapat itu maksudnya merujuk pada jejeran pohon kelapa yang berbaris rapat di sepanjang pantai.

Lokasi Pantai Klara berada tidak jauh dari pusat kota Bandar Lampung yang juga merupakan ibukota dari provinsi Lampung. Pantai yang berada di wilayah administratif Kabupaten Pesawaran ini bisa ditempuh hanya dalam waktu 1 jam bila menggunakan kendaraan bermotor menuju lokasi pantai. Jalanan menuju ke Pantai Klara pun terbilang lumayan menantang, beberapa jalan ada yang mulus selebihnya lubang dengan diameter cukup lebar siap menyapa anda.

Satu lagi yang perlu diperhatikan. Mengingat jalanan menuju Pantai Klara tidak begitu lebar, anda harus berhati-hati jika akan mendahului. Sebab alih-alih dapat mendahului, anda bisa kecelakaan bertabrakan dengan kendaraan dari arah yang berlawanan.

Sementara untuk memasuki pantai Klara pengunjung harus membayar karcis masuk sebesar Rp 25.000 per mobil yang bisa dibayarkan ke petugas penjaga loket masuk, atau Rp 15.000 jika menggunakan motor. Konon, banyaknya pohon kelapa yang tumbuh rapat di pantai inilah yang digunakan untuk menamai Pantai Klara (kelapa rapat).

"Tiket masuk per orangnya Rp 10.000, motor Rp 15.000 dan mobil Rp 25.000. Tiket ini termasuk biaya parkir pengunjung," ungkap Sodiq, petugas tiket Pantai Klara.

Ada sebuah dermaga lengkap dengan gazebo yang cukup luas untuk ditempati beberapa orang sekaligus di pantai Klara. Untuk menuju gazebo yang ada ditengah laut tidak jauh dari bibir pantai ini, anda bisa menggunakan jembatan kayu yang menjulur di bibir pantai.

11. Pantai Sari Ringgung

Tak kalah dengan Bali, Lampung juga menawarkan pesona pantai yang memanjakan mata. Salah satunya adalah pantai Sari Ringgung, pasirnya yang putih dan ombaknya yang tenang menjadi daya tarik utama pengunjung datang ke sini. Pemandangannya cantik bukan kepalang.

Pantai Sari Ringgung yang cantik dengan hamparan pasir putih dan ombaknya yang tenang, menjadi tempatliburan favorit keluarga yang aman dan menyenangkan. Anda pasti betah dan tak akan pulang.


Fenomena lain yang dimiliki Pantai Sari Ringgung adalah Pasir Timbul merupakan pasir yang terbentuk secara alami ditengah lautan. Dipinggir Pasir Timbul juga terdapat dermaga yang berbentuk Cafe D'Apung. Terdiri dari beberapa pondokan fasilitas kamar mandi dan WC Umum. Dengan menempuh waktu 15 menit, para pengunjung sudah dapat tiba di Pasir Timbul dengan menaiki perahu sewaan dari dermaga Pantai Sari Ringgung menikmati indahnya pemandangan tengah laut atau bermain air diantara putihnya Pasir Timbul. 
Banyak aktivitas yang bisa Anda lakukan di pantai ini. Renang, berjemur atau menyusuri pantai untuk menghilangkan penat bisa Anda lakukan. Memandangi birunya laut lepas atau melihat aktivitas warga di sekitar kawasan ini juga akan memberikan nuansa yang berbeda dalam rutinitas kita. Pengelola pantai ini terus berbenah, beberapa bangunan seperti villa juga sedang dibangun. Pegunungan seolah mengitari setengah lingkaran bola pada bagian pantai ini. Background pantai ini merupakan barisan pegunungan, sementara pada bagian depannya terhampar lautan lepas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar